library@ar-raniry.ac.id 0651-7557325

Pustakawan Se-Sumatera dibekali Pelatihan Riset

Home >Kegiatan >Pustakawan Se-Sumatera dibekali Pelatihan Riset

Sebanyak 41 pustakawan yang tergabung dalam Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) wilayah Sumatera dilatih dan dibekali training nasional metodologi penelitian dan workshop trend riset perpustakaan. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 2-4 Maret 2020 di Aula Hotel Mita Mulia, Darussalam Banda Aceh. Kegiatan yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) wilayah Sumatera dibuka secara resmi oleh ketua umum APPTIS Pusat, Dra Labibah Zain MLIS dengan menghadirkan narasumber sekaligus instruktur tunggal Irhamni Ali SHum MP dari Perpustakaan Nasional RI. Dalam sambutannya, ketua umum APPTIS Pusat, Dra Labibah Zain MLIS mengatakan bahwa kurangnya kepercayaan dan pengakuan masyarakat terhadap profesi pustakawan sebagai information specialist yang dapat mengelola informasi secara professional itu karena kelemahan dan kompetensi dari pustakawan itu sendiri. Oleh karena itu, Labibah mengajak para pustakawan untuk lebih berperan aktif dengan menjadi ‘pemain’ bukan ‘penonton’ diera sekarang ini dengan meningkatkan kompetensinya agar dapat melaksanakan perannya dengan lebih baik kedepan. “Kelemahan dari profesi pustakawan dewasa ini tidak dilirik orang dan dipandang sebelah mata karena kompetensi pustakawan itu sendiri. Oleh karena itu status profesi pustakawan akan lebih diakui dan sejajar dengan profesi lain, seperti dosen dan peneliti maka pustakawan dituntut untuk meningkatkan kompetensi seperti aktif melakukan penelitian dibidang Ilmu Perpustakaan dan menulis di jurnal”kata Labibah. Ia berharap melalui kegiatan pelatihan dan rapat kerja Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) wilayah Sumatera mampu menghasilkan program-program yang mampu mengadvokasi keberadaan profesi pustakawan dan perpustakaan, khususnya di Sumatera. Sebelumnya, ketua APPTIS wilayah Sumatera, Drs Khatib A Latief MLIS selaku penanggungjawab kegiatan menjelaskan bahwa penelitian merupakan kegiatan yang sangat penting bagi pustakawan, Namun, menurutnya kemampuan dan skill tentang riset bidang Ilmu Perpustakaan dan informasi serta literasi relatif belum professional. Ia berharap melalui pelatihan ini pustakawan akan lebih termotivasi melakukan penelitian dan pengembangan kapasitas diri kearah yang lebih baik. “Output yang diharapkan melalui kegiatan ini adalah para peserta mampu melahirkan proposal penelitian minimal bab I dan bab III yang dapat dijadikan proposal untuk diajukan ke LP2M masing-masing Perguruan Tinggi”,kata Khatib yang saat ini baru saja dilantik menjadi kepala pusat pengembangan standar mutu pada LPM UIN Ar-Raniry, disela-sela kegiatan berlangsung, Selasa (3/3). Selain kegiatan training nasional metodologi penelitian dan workshop trend riset perpustakaan juga dirangkai dengan Pelantikan dan Rapat Kerja (Raker) Kepenggurusan Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) wilayah Sumatera periode 2019-2021 dibawah kepemimpinan Drs. Khatib A. Latief, M.LIS. Sementara itu Irhamni Ali SHum MP, Kasubbag pelaporan program dan anggaran Perpustakaan Nasional RI dalam materinya menjelaskan bahwa isu dan trend pengembangan kepustakawanan menjadi isu yang sangat dinamis. Saat ini, Irhamni kecenderungan Ilmu Perpustakaan selaku digabungkan dengan Ilmu Informasi yang saat ini sedang menjadi primadona dibanyak negara maju. “Sebelum komputer berkembang seperti saat ini, penelitian dibidang kepustakawanan banyak di dominasi oleh klasifikasi, katalog, dokumentasi, administrasi perpustakaan. Namun saat ini Ilmu Perpustakaan dan Ilmu Informasi tidak terkecuali banyak berubah dan banyak memasukkan trend baru dalam silabus pengajaran dan juga penelitian”,katanya, Senin (2/3) di aula hotel Mita Mulia, Darussalam Banda Aceh. Menurut Irhamni Ali, secara garis besar perpustakaan saat ini telah bertransformasi tidak terbatas hanya pada transaksi buku, dan pusat informasi saja. Namun juga menjadi tempat ketiga (the third place) dimana pemustaka menggunakannya dan masuk dalam pengalaman mereka (user experiences). Karena itu, sekarang sudah menjadi wajib untuk mengikuti trend perkembangan dan transformasi, dimana ilmu lain menajdi sangat penting sehingga perubahan dalam silabus membuatnya perlu untuk melihat trend antara ilmu lain dengan Ilmu Perpustakaan.